Rabu, 26 April 2017

10 Cara Mengenali Berita Hoax dan Bagaimana Cek Kebenarannya?

Pengguna media sosial harus tahu cara mengenali berita hoax dan cara mengecek kebenarannya. Sebetulnya tidak sulit mengetahui ciri-ciri berita bohong atau bukan! Asal kita mau menelusuri sumbernya.

Tidak dipungkiri lagi suatu berita sangat mudah dan cepat menyebar seiring dengan kemajuan teknologi saat ini.

Sayangnya kemajuan teknologi tersebut di manfaatkan oleh sebagian orang tidak bertanggung jawab. Mereka menyebar berita bohong bermaksud untuk mengambil keuntungan satu pihak. Efek dari pemberitaan palsu itu sangat merugikan orang lain.

Tapi kadang sebagian besar netizen tidak peduli dengan hal itu. Mereka tetap saja mempercayai tanpa mengecek berita hoax atau bukan. Bahkan lebih parah lagi langsung share ke teman atau ke group media sosial.

Sebetulnya jauh-jauh hari kita sudah diingatkan oleh Michael Hauben, tahun 1980 an. Orang pertama kali memperkenalkan istilah netizen ini mengingatkan kita, agar mampu menggunakan internet secara sehat dan positif.

Belakangan istilah ini ramai kembali dibicarakan setelah viral berita hoax di internet. Kita di anjurkan dan dituntut untuk menjadi pengguna internet pintar. Agar lebih jelas baca pengertian dan arti netizen pintar.

Sebelum share sebaiknya mendeteksi berita hoax atau bukan? Inilah yang harus dilakukan. Berita bohong atau bukan sudah terlihat pertama kali kita menerima suatu pesan. Baik pesan dari broadcast Whatsapp, BBM atau dari media sosial Facebook dan Twitter. Mau tahu caranya?

Cara Mengenali Berita Hoax

Cara mengenali berita Hoax


1. Judul berita dibuat bombastis
Bombastis maksudnya, judul berita dibuat aneh, semakin aneh semakin menarik.
Terkadang memilih kata dan kalimat tidak biasa. Kadang memakai berita yang lagi viral dan di ubah sedikit supaya lebih menarik.

Contoh seperti ini:
Awas penculik anak!! - Pelakunya perempuan setengah gila.
Lucu saja kalau menurut saya, perempuan setengah gila, orang gila mengurus diri sendiri saja tidak bisa, apa lagi mau menculik.

2. Isi berita berupa teror atau hasutan
Karena tujuan pesan palsu untuk kepentingan pribadi. Maka isi berita biasanya:
• Terkesan menakut nakuti atau menyesatkan penerima pesan.
• Meneror seseorang atau suatu kelompok agar orang merasa takut.
• Provokatif atau mengadu domba agar terjadi kekacauan.
• Menghujat seseorang atau kelompok.
• Memuji secara berlebihan.

3. Cek URL sumber berita
Salah satu ciri berita palsu bisa dilihat dari link yang disertakan. Lihat domain apakah dari web terpercaya. Terpercaya maksudnya yang umum.

Contoh: liputan6.com atau detik.com atau kaskus.co.id atau wikipedia.org atau netizenpintar.com dan lainnya.
Kalau yang begini perlu curiga, liputan6.com.ru atau detik.com.se dan lain-lain. Situs Indonesia kalau mau pakai kode negara biasanya pakai id bukan pakai kode negara orang lain.

Atau banyak menggunakan angka dan huruf tidak bisa di baca, seperti ini, http://2g07v7rv.ngakjelas.com/bynuvc/btbe/nuyyv/nyy726517/77876t/8786/ketipu/

Kalau ketemu domain atau URL demikian perlu curiga

4. Gambar terlihat tidak natural
Gambar kadang sulit dibedakan mana yang asli atau bukan. Ini karena sudah semakin maju teknologi saat ini. Pada umumnya mereka mengedit foto dengan software Photoshop. Tapi kadang ada saja yang tidak wajar pada gambar tersebut.

Saya pernah baca di sebuah web, ledakan nuklir di yogyakarta menyebabkan tsunami. Terlihat dalam foto ledakan sangat dahsyat sekali, tapi anehnya pada gambar tersebut orang tidak ada yang melihat ke arah itu.

5. Mengandung kata-kata aktif
Mengandung kata aktif maksudnya bersifat ajakan untuk berbuat sesuatu. Bisa ajakan anarki atau hanya sekedar meminta disebarkan kembali.
contoh:
• Sebarkan ke teman, jangan sampai putus di tangan Anda.
• Baca pesan ini dalam 5 menit akan di hapus otomatis
• Sudah banyak tertipu, berhati-hatilah,
• Menyertakan link sumber, tapi tidak jelas, link aneh, tidak valid.
• Kadang menjual nama stasiun TV atau web berita terkenal. contoh: Sudah masuk di detik.com atau disiarkan di RCTI tanggal sekian jam sekian. Padahal itu cuman karangan doang.

6. Cek tanggal sumber berita
Jika sudah curiga dengan suatu pesan, berita hoax atau bukan? Yang pertama kali dicek adalah tanggal sumber berita. Kunjungi link sumber atau cari di Google dengan kata kunci yang sama. pastikan waktu kejadian.

Bisa jadi berita yang dikabarkan benar, tapi waktu kejadiannya sudah lama. Kasus yang diberitakan sudah tidak berpengaruh lagi saat ini.

7. Apakah dari sumber terpercaya?
Kunjungi link yang diberikan. Lihat apakah dari situs terpercaya atau bukan? Jika situs tersebut berasal dari sumber lain, telusuri sampai ketemu sumber utama.

Cara mudah mengenali situs terpercaya adalah dengan melihat populeritas sebuah web tersebut. Semakin sering mendengar web tersebut berarti semakin populer. Jika tidak ditulis dari web terkenal, dicurigai berita tersebut bohong.

Lihat tampilan webnya! Apakah terlihat rapi tidak berantakan? Web yang sudah dipercaya atau ramai pengunjung pasti tampilan baik dan enak dilihat.

Lihat juga bahasa yang digunakan! Apakah ditulis dengan EYD yang baik, tidak menggunakan bahasa alai. Web yang baik ditulis dengan benar tidak menyingkat kata-kata, penempatan tanda baca dengan benar dan pasti enak dibaca.

Lihat penulis! Apakah penulis bisa dipercaya atau bukan? Biasanya penulis yang baik bisa dilihat dari tulisan yang sudah pernah diterbitkan.

Apakah penulis mudah dihubungi, menyertakan link ke id penulis seperti Google+, Facebook, Twitter. Jika ada kunjungi halaman id mereka, lihat comment dari teman-teman mereka. Jika ternyata penulis tidak jelas bisa di pastikan dia menulis berita bohong.

8. Bandingan dengan berita lain
Supaya lebih yakin berita tersebut hoax atau bukan dengan mencari berita yang sama tapi web berbeda.

Caranya:
Cari di Google dengan kata kunci sama dengan judul berita. Buka beberapa situs yang ada di halaman 1 Google. Bandingkan antara isi berita beberapa web tersebut.

Biasanya berita bohong hanya terdiri dari satu sumber saja. Jadi tulisan dan gaya bahasanya sama karena hasil copy paste. Jika hanya ditemukan tulisan sama dari beberapa web hasil copy paste, bisa dipastikan berita itu palsu.

Jika berita benar, ditulis oleh beberapa web dengan topik berita sama tapi dengan gaya bahasa dan tulisan berbeda.

9. Cek foto asli atau hasil editan
Kita perlu cek gambar hoax atau bukan? Banyak cara untuk mengecek keaslian sebuah foto. Cara paling mudah adalah dengan menggunakan windows.

Buka sebuah foto dengan windows explorer, kemudian klik kanan diatas foto tersebut, kemudian klik Properties, kemudian klik Summary, kemudian klik Advanced.

Lihat hasilnya!
Jika hasil yang ditampilkan hanya width, height, resolution kemungkinan besar foto tersebut tidak asli.

Foto yang asli akan menampilkan data lengkap seperti, width, height, resolution,  jenis dan nama camera, software, color, flash, dan lain-lain.

10. Cross check di Google
Cara cek gambar di Google adalah. Search mengunakan kata kunci gambar tersebut, kemudian klik image atau gambar pada navigasi atas. Nanti akan muncul banyak gambar berkaitan dengan foto tersebut.

Biasanya gambar palsu hanya ada 1 sudut pandang. Maksudnya hanya diambil dari satu posisi saja. Jika hanya 1 foto saja kemungkinan gambar itu palsu.

Jika gambar asli, terdapat beberapa gambar lain dengan sudut pandang berbeda.

Coba dipikir saja pakai akal, jika kejadian aneh tidak mungkin orang mengambil hanya 1 foto saja.

Kalau belum yakin juga gambar itu palsu, coba search di Google dengan kata kunci lain. Pikirkan sebuah kata kunci hanya mewakili latar belakang foto tersebut. Temukan beberapa kata kunci, cari di Google satu persatu.

Jika menemukan gambar yang sama hanya latar belakang saja, sudah pasti foto tersebut palsu.

Itulah beberapa cara mendeteksi atau mengenali berita hoax. Sekarang Anda sudah mengetahui, jadi sebelum share ke teman sebaiknya cek dulu kebenarannya.
Semoga tulisan ini membantu, jika bermanfaat bagi ke teman melalui media sosial Anda.

9 komentar

Sip mas tipsnya. Memang sulit membedakan antara berita hoax dengan kabar asli, semoga dengan tips di atas para pengguna internet bisa lebih teliti dalam menerima berita.

Ya Pak Syamsu mudah-mudahan dengan tips sederhana diatas setidaknya bisa mengurangi penyebaran berita hoax, agar pengguna internet lebih berhati-hati

sangat bagus dan baik artikelnya, memang sekarang marak para jurnalis yang menulis berita hoax demi mendapatkan keuntungan semata, yang di rugikan akhirnya kita juga hadeh kalau bisa itu di basmi pake antivirus supaya hilan he

Haha basmi pake antivirus, kaya virus trojan aja. Makasih mas atas kunjungannya

Intinya setiap informasi yang didapat perlu diteliti lagi kebenarannya ya mas

Ya Mas kira kira begitu, agar ada gambaran sedikit saya coba bikin artikel ini

yupppps, informasi nya mantap

Mantap nih artikel nya, perlu waspada karena saat ini para pembuat berita hoax semakin kreatif.

Semoga bermanfaat Mas Nino..Makasih atas kunjungannya


EmoticonEmoticon